Senin, September 22, 2014 Raja & Khauf

Hadirin yang dirahmati Allah, dalam kitab Al Hikam, Syekh Ahmad Athillah disebutkan bahwa: “Jika Allah buka pintu harapan (raja) maka saksikanlah apa yang Allah berikan untukmu. Jika kamu ingin Allah buka pintu khauf (khawatir) perhatikan apa yang telah engkau amalkan mentaati Allah.”
Saudaraku yang baik, jadi orang dapat termotivasi dengan dua hal yaitu:
1. Raja’ (Harap)
2. Khauf (Takut, khawatir atau cemas)
Raja’ maksudnya adalah harapan yang senantiasa dimiliki oleh hamba kepada Allah Sang Maha Pemberi. Misalnya harapan agar amalnya diterima, dosanya diampuni. Harapan mendapatkan rahmat, hidayah, rizki dan lain sebagainya.
Khauf adalah sifat khawatir atau takut kepada Allah, yang perlu dimiliki oleh seorang hamba. Misalnya, khawatir amalnya tidak diterima Allah. Khawatir dosa-dosanya tidak diampuni Allah, dan lain sebagainya. Khawatir akan ancaman-ancaman Allah.
Oleh karena itu, jika kita ingin lebih termotivasi dalam memperbaiki diri maka kita perlu memunculkan sikap raja dan khauf, atau harap dan cemas.
Raja berkaitan dengan keuntungan, khauf berkaitan dengan bahaya. Secara naluri, orang bisa memiliki semangat karena mengejar keuntungan dan menghindari bahaya atau kesengsaraan. Misalkan saja, tiba-tiba ada orang sangat bersemangat mengerjakan sesuatu. Ternyata, orang itu akan mendapat keuntungan besar dari yang dia kerjakan.
Sebaliknya, ada orang yang bersusuah payah dan menahan diri untuk tidak makan enak. Ternyata, orang itu sudah “ditakut-takui” dokter kalau makan yang dia sukai penyakitnya akan kambuh.
Itulah dua ilustrasi tentang raja’ dan khauf  (harap dan cemas).
Tapi perlu diingat, jangan salah dalam menempatkan raja’ dan khauf…
Jangan takut tidak kebagian uang , Jangan takut tidak kebagian kedudukan, tetapi yang harus kita takuti adalah tidak bisa memperbaiki diri, karena kalau orang sudah mempunyai kemampuan memperbaiki diri maka yang lain Insya Allah akan mengikuti. Banyak orang memikirkan uang dan kedudukan yang belum ada, padahal rizki tidak akan pernah tertukar! Kalau kitanya bagus, In sya_allah bagus juga pemberian dari Allah.
Kita banyak dosa, kalau kita hanya ingat neraka pasti akan makin lemas, seharusnya ingatlah ampunan Allah jika sudah terjadi dosanya, tapi jika belum jadi dosa lalu mengingat ampunan Allah, maka jadilah dosanya itu , misalnya kita ingin berbuat maksiat karena beranggapan Allah itu Maha Pengampun, itu hal yang salah saudaraku, karena dia menggunakan Raja’ untuk maksiat, terbalik karena seharusnya untuk yang sudah terjadi kita harus mengingat ampunan Allah,barulah itu sah sebagai raja’.
Berharap kalau hanya kepada Allah Insya Allah akan membuat kita optimis. Misalnya,bagaimana kalau harga tanah naik? Jika berharap kepada Allah, berapapun harga tanah, yang penting dapat kita beli karena Allah Maha Kaya .
Raja’ atau harapan kepada Allah adalah kekuatan. Semakin kita memurnikan harapannya hanya kepada Allah, maka semakin kuat hidup kita. Sebaliknya, jika kita banyak menaruh harapan kepada makhluk, maka hidup kita semakin gelisah.
Saudaraku, sekali lagi… raja’ (harap) hanya kepada Allah. Tidak boleh juga berharap kepada ikhtiar, meskipun ikhtiarnya sudah luar biasa! Tapi jangan merasa rugi bila ikhtiar sudah maksimum tapi hasil belum sesuai, karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagai kita. Jika hal ini bisa kita ingat terus, Insya Allah hidup kita lebih tenteram.
Kemudian khauf, atau rasa takut. Rasa takut itu penting! Ada orang yang tidak mempan dengan imbalan keuntungan, tapi mempan dengan cara ditakut-takuti. Itulah pentingnya neraka, untuk menakut-nakuti kita agar kita selamat darinya. Amin. 
Allah juga menciptakan berbagai bentuk jenis yang menakutkan. Karena bisa jadi orang tidak takut dengan dosa, tapi takut dengan mati. Ada orang yang tidak takut mati, tapi malah takut dengan ular. Takut mati itu baik, karena dapat meningkatkan amal.
Saudaraku yang dirahmati Allah… khauf dan raja ini hanya sah kalau kita tujukan kepada Allah, manusia tidak boleh ditakuti dan diharapkan sepenuhnya. Karena manusia tidak dapat mencelakakan dan memberi sesuatu pun tanpa izin Allah.


SUMBER                   : Pengajian
HARI/TANGGAL     : senin, 20 September 2014
NAMA                        : Masjid Baiturrahman
ALAMAT MASJID   :  jl. Pala 15a iring Mulyo Metro Timur
NAMA PENCERAMAH      : Ust. Suhandi

Digg it StumbleUpon del.icio.us

Sabtu, September 20, 2014 Sholat Berjamaah



Jamaah shalat Jumat yang berbahagia…. Boleh saja kita dibenci orang sekampung, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Bahkan boleh saja kita dibenci orang sedunia, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Maka sadarlah bahwa salah satu kriteria orang-orang yang dibenci Nabi Muhammad Rasulullah adalah laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid. Apa buktinya? Simak hadits berikut ini:
Bahwa Rasulullah SAW bersabda:
”Demi dzat yang diriku ditangan-Nya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh orang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah: kubakar mereka bersama rumah-nya
(HR Bukhari-Muslim)
Jika Rasul telah membenci kita yang tidak suka berjamaah
Maka pantaskah kami mengaku sebagai ummatnya?
Jika Rasulullah, sang kekasih Allah begitu sangat membenci kita
Maka pantaskan doa-doa kita dikabulkan?.
Jika Rasul amat murka, bahkan sampai bersumpah demi Allah beliau akan membakar kita beserta rumah-rumahnya. Maka pantaskah beliau memberikan syafaatnya di hari kiamat?
Jika Rasul Muhammad sang kekasihMu begitu sangat membenci kami
Maka pantaskah Allah memberikan surgaNya kepada kita yang selalu melalaikan shalat jamaah? Yang selalu meremehkan panggilan adzan-Nya?
Sebagai catatan, ada pihak lain yang mengklaim bahwa Islam itu kejam. Mereka menggunakan hadits di atas sebagai buktinya. Juga ada pihak yang mengatakan bahwa hadits ini tidak etis untuk dikemukakan kepada umat. Benarkah demikian?
Maka jawabannya adalah tidak benar!
Karena meskipun Nabi Muhammad sampai bersumpah ingin membakar, tapi pada kenyataannya beliau tidak pernah membakar sekali pun. Hanya sebuah keinginan saja…. tidak pernah dilaksankan. Hadits di atas adalah ungkapan betapa bencinya beliau kepada yang mengaku beriman, tapi mendapat panggilan Allah (panggilan adzan) mereka tidak mau datang ke masjid.
Dan yang patut kita pahami adalah, sebenarnya hadits di atas adalah bukti kasih sayangnya Rasul kepada seluruh umatnya. Beliau ingin agar umatnya tidak dibakar di neraka.... maka beliau melontarkan sabda tersebut untuk memberikan motivasi masuk surga dengan shalat berjamaah di masjid.
Sidang khutbah Jumat yang beriman,
Sekali lagi dalam khutbah Jumat singkat ini, khatib mengingatkan kepada diri sendiri dan untuk seluruh hadirin. Boleh saja kita dibenci orang sekampung, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Bahkan boleh saja kita dibenci orang sedunia, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Maka sadarlah bahwa salah satu kriteria orang-orang yang dibenci Nabi Muhammad Rasulullah adalah laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid.
Karena itu, mulai detik ini mari kita senantiasa berusaha dan bedoa agar selalu dapat memenuhi panggilan-Nya dengan shalat berjamaah di masjid. Firman Allah: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir” (At Taubah 18).
 Semoga kita menjadi orang yang di cintai Rosulullah SAW...
amiin.


SUMBER                   : Khutbah Jum’at
HARI/TANGGAL     : Jum’at, 19 September 2014
NAMA                        : Masjid Baiturrahman
ALAMAT MASJID   :  jl. Pala 15a iring Mulyo Metro Timur
NAMA PENCERAMAH      : Ust. Baharuddin
Digg it StumbleUpon del.icio.us

Sabtu, September 13, 2014 Antara Mata dan Hati


 
Berbicara tentang bagaimana menjaga keimanan sangat erat kaitannya dengan pembicaraan bagaimana menjaga mata dan hati, karena mata adalah salah satu pintu masuknya “dosa” yang melemahkan iman, dan hati adalah tempat bersemayamnya iman.
Mata adalah panglima hati. Hampir seluruh perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata, bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang.
Kalau kita keluar rumah, hampir tidak lepas dari melihat hal-hal yang diharamkan dan dibenci oleh Allah, apalagi di jalan-jalan, taman-taman rekreasi, pasar dan pusat-pusat perbelanjaan. Demikian juga di dalam rumah. Apabila kita membuka stasiun televisi, hal-hal yang dibenci sudah menjadi suguhan dan santapan yang biasa.
Mungkin semua itu kita anggap sepele dan remeh, namun hal yang ringan dan remeh inilah yang terus bertumpuk-tumpuk sampai menggunung, yang meninggalkan karat-karat di dalam hati. Sehingga hati kita tertutup dan sinar iman pun tidak bisa menenmbus. Maka benarlah apa yang dikatakan seorang penyair: “semua peristiwa besar awalnya adalah mata. Lihatlah api yang besar awalnya dari percikan api”.
Seperti itu juga yang telah diungkapkan oleh para salafus shalih: “Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang melakukan shalat tahajjud di malam hari. Banyak juga pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca Kitabullah”
Dalam hidup ini kita pernah berhenti dirundung fitnah dan ujian, karena hakikat hidup ini adalah alam ujian. Maka mata adalah salah satu dari ujian itu, jika orang keliru menggunakan pandangan matanya berarti ia terancam bahaya besar, karena mata adalah pintu yang paling luas yang bisa memberi banyak pengaruh pada hati. Mata adalah penuntun, sementara hati adalah pendorong dan pengikut. Yang pertama, mata memiliki kenikmatan pandangan, sedang yang kedua, hati memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam dunia nafsu, keduanya adalah sekutu yang mesra, jika terpuruk dalam kesulitan, maka masing-masing akan saling mencela dan mencerca.
Maka alangkah baiknya kita mendengarkan dialog antara mata dan hati seperti apa yang digambarkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah:
Kata hati kepada mata:
“Kaulah yang menyeretku pada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman dari kebun yang tak sehat. Kau salahi firman Allah, “Hendaklah mereka menahan pandangannya,” Kau salahi sabda Rasulullah SAW, “Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut pada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, dan akan merasakan kelezatan dalam hatinya,” (HR. Ahmad).
Tapi mata berkata:
"Kau zalimi aku dari sejak awal sampai akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. Padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan mengikuti jalan yang engkau tunjukkan. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal darah, jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati. (HR. Bukhari, Muslim).
Hati adalah raja. Dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik, maka baik pula pasukannya. jika rajanya buruk, buruk pula pasukannya. Hati kita adalah raja dan seluruh badan adalah pengikutnya. Tentu kita tahu bahwa rusaknya seluruh tubuh karena rusaknya hati dan baiknya tubuh karena baiknya hati. Dan sumber bencana yang sering menimpa hati kita adalah karena kita tidak memiliki cinta kepada Allah, tidak suka dzikir, tidak menyukai firman, asma dan sifat-sifat Allah. Allah SWT berfirman yang artinya :
"Sesungguhnya bukan mata yang buta tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada." (Q.S. Al-Hajj:46).
Menahan pandangan memang hal yang sangat sulit dan berat, akan tetapi buah dari memelihara pandangan adalah kenikmatan tiada tara. Diantara kenikmatan tersebut adalah:
1.      Memelihara pandangan mata menjamin kebahagiaan seseorang hamba di dunia dan akhirat.
2.      Akan memberikan rasa kedekatan dengan Allah SWT.
3.      Akan menghalangi pintu masuk syaitan ke dalam hati.
4.      Hati kita akan diliput oleh cahaya iman yang membuahkan ketenteraman dan kebahagiaan.
Uraian ini akan menjadi pepesan kosong yang tidak berarti kalau tidak iman yang menuntun kita memelihara mata dan membentuk suasana hati. Karena dalam kesendirian dan kesepian, kala tak ada orang mungkin sekali mata dan hati kita bisa berkhianat. Oleh sebab itu semua ini sangat tergantung pada tingkat keimanan dan kesadaran penuh akan "Ilmullah" (pengetahuan Allah).
"Dialah (Allah yang mengetahui (pandangan) mata khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati." (Q.S. Al-Mukmin: 19)
Akhirnya marilah kita renungkan hadits Rasulullah SAW:
ان تعبد الله كانك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
"Hendaklah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya yakinlah bahwa Ia melihatmu."
Dan sebagai kesimpulan akhir:
1.      Bahwa hakikat kehidupan ini adalah ujian. Salah satu ujian yang paling besar adalah, mata, karena mata adalah salah satu pintu masuknya dosa.
2.      Memelihara pandangan adalah pencegahan yang pertama agar hati bisa terpelihara dan iman bisa stabil.
3.      Jika memang sudah terlanjur berbuat dosa, maka kita harus mebersihkan hati kita dengan dzikir, membaca shalawat, membaca Al-Qur'an, dan ibadah-ibadah lainnya.
Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk bisa menjaga pandangan kita dan diberikan hati yang bersih serta iman yang kuat. Wallahua’lam 

SUMBER                               : Khutbah Jum’at
HARI/TANGGAL                 : Jum’at, 12 September 2014
NAMA                                   : Masjid Baiturrahman
ALAMAT MASJID               :  jl. Pala 15a iring Mulyo Metro Timur
NAMA PENCERAMAH      : Ust. M. Hasan
Digg it StumbleUpon del.icio.us

Sabtu, September 06, 2014 Syirik


Assalamu'alaikum Wr.Wb

(Silahkan pilih mukadimah yang anda sukai)

Hadirin jama'ah Jum'at yang berbahagia!
Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melakukan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Disamping itu marilah kita bersyukur kepada-Nya atas segala rahmat, ni'mat, taufiq dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sehingga kita bisa membedakan antara perkara yang haq dan yang bathil. Juga kita bisa menghadiri panggilan-Nya yang berupa kewajiban Shalat Jum'at sebagaimana yang akan kita laksanakan saat ini. Mudah-mudahan apa yang sudah atau akan kita laksanakan diterima dan di Ridhoi oleh Allah SWT. Amin

Hadirin Ahli Jum'at yang berbahagia!
Khutbah yang akan kami sampaikan ini berjudul syirik. Jika kita menginginkan berjumpa dengan Allah kelak di hari kiamat dan Allah merahmatinya, maka kita harus beramal shaleh dan tidak boleh menyekutukan kepada-Nya dengan sesuatu apapun. Sebagaimana firman Allah yang telah kami baca diatas yang artinya sebagai berikut:
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ
عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Artinya:
"Maka barangsiapa menginginkan berjumpa dengan Tuhannya, maka sebaiknya dia beramal shaleh dan tidak menyekutukan dengan beribadah kepada Tuhannya dengan seseorang"

Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kita dianjurkan supaya beribadah kepada Allah secara murni tanpa menginginkan pujian orang lain yakni semata-mata karena mengharap Ridho Allah SWT.

Hadirin jama'ah Jum'at yang kami hormati!
Orang yang menyekutukan Allah diharamkan masuk surga dan tempanya yang layak adalah di neraka. Sebagaimana firman Allah berikut ini:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ

Artinya:
"Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkannya atas dia masuk syurga dan tempatnya (yang layak) itu neraka"

Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa Allah telah mengharamkan orang yang menyekutukan-Nya masuk syurga dan sebagai balasannya yang layak bagi dia adalah nekara.

Hadirin Ahli Jum'at yang dimuliakan Allah!
Kita diingatkan oleh Rasulullah saw. supaya menjauhi syirik yang kecil, apalagi syirik yang besar. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dibawah ini:

"Takutlah kalian pada syirik yang kecil. Para sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah! Apakah Syirik yang kecil itu?. Beliau menjawab: "yaitu riya' (pamer). Allah berfirman kelak dihari pembalasan amal-amalnya hamba-hamba (Allah) : "Kalian pergilah kepada orang-orang yang kalian pameri dengan amal-amal kalian di dunia, maka lihat barangkali kalian menjumpai pembalasan pada orang yang kalian pameri itu"

(HR. Ahmat dengan isnad yang bagus dari Ibnu 'Abbas)

Hadirin ahli Jum'at yang berbahagia!
Demikianlah khutbah jum'at yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan disertai hidayah dan ridho Allah serta bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi kita semua umumnya. Amin

SUMBER                   : Khutbah Jum’at
HARI/TANGGAL     : Jum’at, 05 September 2014
NAMA                                   :  al muhajirin
ALAMAT MASJID               :  jl. Pala 15a iring Mulyo Metro Timur
NAMA PENCERAMAH      : Ust. Suhandi
Digg it StumbleUpon del.icio.us
 
Copyright 2010 ANGGA PRASETIA
Angga Blogger template by Angga Prasetia. Supported by Gr Richy