Hadirin yang
dirahmati Allah, dalam kitab Al Hikam, Syekh Ahmad Athillah disebutkan bahwa:
“Jika Allah buka pintu harapan (raja) maka saksikanlah apa yang Allah berikan
untukmu. Jika kamu ingin Allah buka pintu khauf (khawatir) perhatikan apa yang
telah engkau amalkan mentaati Allah.”
Saudaraku
yang baik, jadi orang dapat termotivasi dengan dua hal yaitu:
1. Raja’ (Harap)
2. Khauf (Takut, khawatir atau cemas)
1. Raja’ (Harap)
2. Khauf (Takut, khawatir atau cemas)
Raja’
maksudnya adalah harapan yang senantiasa dimiliki oleh hamba kepada Allah Sang
Maha Pemberi. Misalnya harapan agar amalnya diterima, dosanya diampuni. Harapan
mendapatkan rahmat, hidayah, rizki dan lain sebagainya.
Khauf adalah
sifat khawatir atau takut kepada Allah, yang perlu dimiliki oleh seorang hamba.
Misalnya, khawatir amalnya tidak diterima Allah. Khawatir dosa-dosanya tidak
diampuni Allah, dan lain sebagainya. Khawatir akan ancaman-ancaman Allah.
Oleh karena
itu, jika kita ingin lebih termotivasi dalam memperbaiki diri maka kita perlu
memunculkan sikap raja dan khauf, atau harap dan cemas.
Raja
berkaitan dengan keuntungan, khauf berkaitan dengan bahaya. Secara naluri,
orang bisa memiliki semangat karena mengejar keuntungan dan menghindari bahaya
atau kesengsaraan. Misalkan saja, tiba-tiba ada orang sangat bersemangat
mengerjakan sesuatu. Ternyata, orang itu akan mendapat keuntungan besar dari
yang dia kerjakan.
Sebaliknya,
ada orang yang bersusuah payah dan menahan diri untuk tidak makan enak.
Ternyata, orang itu sudah “ditakut-takui” dokter kalau makan yang dia sukai
penyakitnya akan kambuh.
Itulah dua
ilustrasi tentang raja’ dan khauf (harap
dan cemas).
Tapi perlu
diingat, jangan salah dalam menempatkan raja’ dan khauf…
Jangan takut
tidak kebagian uang , Jangan takut tidak kebagian kedudukan, tetapi yang harus
kita takuti adalah tidak bisa memperbaiki diri, karena kalau orang sudah
mempunyai kemampuan memperbaiki diri maka yang lain Insya Allah akan mengikuti.
Banyak orang memikirkan uang dan kedudukan yang belum ada, padahal rizki tidak
akan pernah tertukar! Kalau kitanya bagus, In sya_allah bagus juga pemberian
dari Allah.
Kita banyak
dosa, kalau kita hanya ingat neraka pasti akan makin lemas, seharusnya ingatlah
ampunan Allah jika sudah terjadi dosanya, tapi jika belum jadi dosa lalu
mengingat ampunan Allah, maka jadilah dosanya itu , misalnya kita ingin berbuat
maksiat karena beranggapan Allah itu Maha Pengampun, itu hal yang salah
saudaraku, karena dia menggunakan Raja’ untuk maksiat, terbalik karena
seharusnya untuk yang sudah terjadi kita harus mengingat ampunan Allah,barulah
itu sah sebagai raja’.
Berharap
kalau hanya kepada Allah Insya Allah akan membuat kita optimis.
Misalnya,bagaimana kalau harga tanah naik? Jika berharap kepada Allah,
berapapun harga tanah, yang penting dapat kita beli karena Allah Maha Kaya .
Raja’ atau
harapan kepada Allah adalah kekuatan. Semakin kita memurnikan harapannya hanya
kepada Allah, maka semakin kuat hidup kita. Sebaliknya, jika kita banyak
menaruh harapan kepada makhluk, maka hidup kita semakin gelisah.
Saudaraku,
sekali lagi… raja’ (harap) hanya kepada Allah. Tidak boleh juga berharap kepada
ikhtiar, meskipun ikhtiarnya sudah luar biasa! Tapi jangan merasa rugi bila
ikhtiar sudah maksimum tapi hasil belum sesuai, karena Allah Maha Tahu apa yang
terbaik bagai kita. Jika hal ini bisa kita ingat terus, Insya Allah hidup kita
lebih tenteram.
Kemudian
khauf, atau rasa takut. Rasa takut itu penting! Ada orang yang tidak mempan
dengan imbalan keuntungan, tapi mempan dengan cara ditakut-takuti. Itulah
pentingnya neraka, untuk menakut-nakuti kita agar kita selamat darinya.
Amin.
Allah juga
menciptakan berbagai bentuk jenis yang menakutkan. Karena bisa jadi orang tidak
takut dengan dosa, tapi takut dengan mati. Ada orang yang tidak takut mati,
tapi malah takut dengan ular. Takut mati itu baik, karena dapat meningkatkan
amal.
Saudaraku
yang dirahmati Allah… khauf dan raja ini hanya sah kalau kita tujukan kepada
Allah, manusia tidak boleh ditakuti dan diharapkan sepenuhnya. Karena manusia
tidak dapat mencelakakan dan memberi sesuatu pun tanpa izin Allah.
SUMBER : Pengajian
HARI/TANGGAL : senin, 20
September 2014
NAMA : Masjid
Baiturrahman
ALAMAT MASJID : jl. Pala 15a iring Mulyo Metro Timur
NAMA PENCERAMAH :
Ust. Suhandi
0 komentar:
Posting Komentar