Jamaah
shalat Jumat yang berbahagia…. Boleh saja kita dibenci orang sekampung, asal
tidak dibenci oleh Rasulullah. Bahkan boleh saja kita dibenci orang sedunia,
asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Maka sadarlah bahwa salah satu kriteria
orang-orang yang dibenci Nabi Muhammad Rasulullah adalah laki-laki yang tidak
shalat berjamaah di masjid. Apa buktinya? Simak hadits berikut ini:
Bahwa
Rasulullah SAW bersabda:
”Demi dzat yang diriku ditangan-Nya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh orang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah: kubakar mereka bersama rumah-nya
(HR Bukhari-Muslim)
”Demi dzat yang diriku ditangan-Nya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh orang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah: kubakar mereka bersama rumah-nya
(HR Bukhari-Muslim)
Jika Rasul
telah membenci kita yang tidak suka berjamaah
Maka
pantaskah kami mengaku sebagai ummatnya?
Jika Rasulullah, sang kekasih Allah begitu sangat membenci kita
Maka pantaskan doa-doa kita dikabulkan?.
Jika Rasul amat murka, bahkan sampai bersumpah demi Allah beliau akan membakar kita beserta rumah-rumahnya. Maka pantaskah beliau memberikan syafaatnya di hari kiamat?
Jika Rasul Muhammad sang kekasihMu begitu sangat membenci kami
Maka pantaskah Allah memberikan surgaNya kepada kita yang selalu melalaikan shalat jamaah? Yang selalu meremehkan panggilan adzan-Nya?
Jika Rasulullah, sang kekasih Allah begitu sangat membenci kita
Maka pantaskan doa-doa kita dikabulkan?.
Jika Rasul amat murka, bahkan sampai bersumpah demi Allah beliau akan membakar kita beserta rumah-rumahnya. Maka pantaskah beliau memberikan syafaatnya di hari kiamat?
Jika Rasul Muhammad sang kekasihMu begitu sangat membenci kami
Maka pantaskah Allah memberikan surgaNya kepada kita yang selalu melalaikan shalat jamaah? Yang selalu meremehkan panggilan adzan-Nya?
Sebagai
catatan, ada pihak lain yang mengklaim bahwa Islam itu kejam. Mereka
menggunakan hadits di atas sebagai buktinya. Juga ada pihak yang mengatakan
bahwa hadits ini tidak etis untuk dikemukakan kepada umat. Benarkah demikian?
Maka
jawabannya adalah tidak benar!
Karena meskipun Nabi Muhammad sampai bersumpah ingin membakar, tapi pada kenyataannya beliau tidak pernah membakar sekali pun. Hanya sebuah keinginan saja…. tidak pernah dilaksankan. Hadits di atas adalah ungkapan betapa bencinya beliau kepada yang mengaku beriman, tapi mendapat panggilan Allah (panggilan adzan) mereka tidak mau datang ke masjid.
Karena meskipun Nabi Muhammad sampai bersumpah ingin membakar, tapi pada kenyataannya beliau tidak pernah membakar sekali pun. Hanya sebuah keinginan saja…. tidak pernah dilaksankan. Hadits di atas adalah ungkapan betapa bencinya beliau kepada yang mengaku beriman, tapi mendapat panggilan Allah (panggilan adzan) mereka tidak mau datang ke masjid.
Dan yang
patut kita pahami adalah, sebenarnya hadits di atas adalah bukti kasih sayangnya
Rasul kepada seluruh umatnya. Beliau ingin agar umatnya tidak dibakar di
neraka.... maka beliau melontarkan sabda tersebut untuk memberikan motivasi
masuk surga dengan shalat berjamaah di masjid.
Sidang
khutbah Jumat yang beriman,
Sekali lagi dalam khutbah Jumat singkat ini, khatib mengingatkan kepada diri sendiri dan untuk seluruh hadirin. Boleh saja kita dibenci orang sekampung, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Bahkan boleh saja kita dibenci orang sedunia, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Maka sadarlah bahwa salah satu kriteria orang-orang yang dibenci Nabi Muhammad Rasulullah adalah laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid.
Sekali lagi dalam khutbah Jumat singkat ini, khatib mengingatkan kepada diri sendiri dan untuk seluruh hadirin. Boleh saja kita dibenci orang sekampung, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Bahkan boleh saja kita dibenci orang sedunia, asal tidak dibenci oleh Rasulullah. Maka sadarlah bahwa salah satu kriteria orang-orang yang dibenci Nabi Muhammad Rasulullah adalah laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid.
Karena itu,
mulai detik ini mari kita senantiasa berusaha dan bedoa agar selalu dapat
memenuhi panggilan-Nya dengan shalat berjamaah di masjid. Firman Allah:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari akhir” (At Taubah 18).
Semoga
kita menjadi orang yang di cintai Rosulullah SAW...
amiin.
amiin.
SUMBER : Khutbah
Jum’at
HARI/TANGGAL : Jum’at, 19
September 2014
NAMA : Masjid
Baiturrahman
ALAMAT MASJID : jl. Pala 15a iring Mulyo Metro Timur
NAMA PENCERAMAH :
Ust. Baharuddin
0 komentar:
Posting Komentar